Assalamualaikum,
إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره, ونعوذ باالله من شرور انفسنا, ومن سيئات اعمالنا, من يهده الله فلا مضل له, ومن يضلل فلا هادي له. ونشهد أن لا إله الا الله وحده لاشريك له ونشهد أن محمدا عبده ورسوله.
إِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.
ammaba'du
HARTA KEKAYAAN HANYA LAH CUBAAN UNTUK KITA
Pada masa sekarang iaitu pada zaman teknologi dan tamadun yang maju ini manusia tidak kira dari pelbagai pelusuk dunia mahupun penduduk bandar maju, pasti akan menanggung bebanan nafkah keluarga apabila sudah sampai waktu ia mencukupi syarat. Namun apakah seseorang itu dalam mencari nafkah niatnya hanya untuk menjadikan hartanya keperluan atau untuk membina satu mahkota yang tinggi mengalahkn Perdana Menteri dan Raja? Ya, Rasulullah SAW adalah seorang yang dapat kita semua ambil contoh dari sikapnya dan kehidupannya, apa yang dapat kita lihat kehidupan Rasulullah? adakah baginda pernah bersabda bahawa umatnya mesti mempunyai harta banyak seperti wang, tanah, emas , perak dan segala macam? Tidak, yang hanya Nabi pernah sabdakan adalah setiap manusia yang sudah cukup syarat dan kemampuan adalah 'wajib' menanggung bebanan nafkah keluarga. Kedudukan harta sangatlah tinggi dihati manusia, menjadi sesuatu yang sangat dicintai dan berharga bagi mereka.
Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّ الْإِنْسَانَ لِرَبِّهِ لَكَنُودٌ (6) وَإِنَّهُ عَلَى ذَلِكَ لَشَهِيدٌ (7) وَإِنَّهُ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيدٌ (8)
“Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya, Dan Sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya, Dan Sesungguhnya Dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta.” (Qs. Al-Aadiyat: 6-8)
Harta yang mungkin banyak pada kita, itu semuanya hanyalah cubaan daripada Allah, tidaklah harta dunia ini kita miliki dengan senang lenang tanpa menafkahkannya kepada fakir miskin, dan mengapa mesti menyalahkan Allah sedang diri masih tidak menuntut syiar islam yang jelas terkandung di dalam al-quran?.
وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ
“Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (Qs. Al-Anfaal/8: 28)
tidak kah kita ingat pesanan ini? mengapa perlu mempersoalkan tentang apa yang diri sendiri sudah lakukan dengan 'tangan'?
وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ
Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya maka dia berkata: "Tuhanku menghinakanku"
كَلَّا بَل لَا تُكْرِمُونَ الْيَتِيمَ
Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim
وَلَا تَحَاضُّونَ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ
dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin,
وَتَأْكُلُونَ التُّرَاثَ أَكْلًا لَمًّا
dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang bathil), (al-fajr-16-19)
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
PERSEPSI MASYARAKAT SEKELILING TERHADAP HARTA KEKAYAAN DAN HARTA SIMBOL KEJAYAAN DI DUNIA
Apakah yang engkau inginkan, dunia ataukah akhirat?” Serentak dirinya menjawab, “Saya menginginkan akhirat!” Padahal keadaan dirinya menjadi saksi atas kedustaan ucapannya tersebut.
Kesenangan Dunia, Fitnah Bagi Umat Ini
Cinta terhadap keindahan dan kenikmatan dunia adalah sesuatu yang menjadi ciri khas makhluk Allah yang bernama manusia. Allah berfirman:
زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali Imran: 14)
Demikianlah watak asli manusia, sehingga tidak dapat dinafikan lagi hal itulah yang banyak menjerumuskan manusia sehingga hatinya terikat dengan dunia padahal tidak dinafikan lagi keterkaitan hati dengan dunia merupakan fitnah sekaligus musibah yang menimpa umat ini. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:
{ إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً وَفِتْنَةُ أُمَّتِي الْمَالُ }
“Sesungguhnya setiap umat memiliki fitnah, dan fitnah bagi umatku adalah harta.” (HR. Tirmidzi dalam Silsilah Ash Shohihah, Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shahih)
تَعِسَ عَبْدُ الدِّينَارِ تَعِسَ عَبْدُ الدِّرْهَمِ تَعِسَ عَبْدُ الْخَمِيصَةِ تَعِسَ عَبْدُ الْخَمِيْلَةِ
“Celakalah hamba dinar (wang emas), celakalah hamba dirham (wang perak), celakalah hamba khamishah (pakaian yang cantik) dan celakalah hamba khamilah (tempat tidur yang empuk).” (HR. Bukhari)
Sebaiknya kita merenungi semula apa yang ada pada drir kita, wahai manusia.. adakah harta dunia yang bersepah itu yang kita terkejarkan? jika nak dibandingkan akhirat jauh lagi luas. Tawakal lah kepada Allah azza wa jalla, dengan tawakal lah hati kit menjadi tenteram serta dilindungi daripada kesempitan kehidupan.
seperti yang telah Allah berfirman,
{ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا } { وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ }
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath Tholaq: 2-3)
مَنْ أَكْثَرَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Barang siapa yang memperbanyak beristighfar, maka Allah pasti akan selalu memberikannya jalan keluar dari setiap kesempitan dan kelapangan dari segala kegundahan serta Allah akan memberikan rizki kepadanya dari arah yang tidak ia sangka-sangka.”
Muhasabah diri untuk ayat ini
مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ
“Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri.” (QS. An Nisa’: 79)
adakah islam menzalimi ?.. ya atau tidak? lihat lah kepada ayat2 al-quran dan jangan menuduh sembarangan kerana setiap yang dilalui adalah daripada perbuatan sendiri.. Maka berbaliklah kepada quran yang telah jelas dan nyata kebenarannya.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
HARTA ITU ADALAH FITNAH BAGI KAUM MUSLIM
إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً وَفِتْنَةُ أُمَّتِي الْمَالُ
“Sesungguhnya setiap umat mendapatkan fitnah dan fitnah umat ini adalah harta.” HR. at-Timidzi dalam sunannya kitab Az-Zuhd.
Demikianlah fitnah harta ini telah melanda umat islam diseluruh penjuru dunia dan menyeret mereka kepada bencana yang demikian hebatnya. Hal ini terjadi setelah kaum muslimin mendapatkan kemenangan dan penaklukan negara-negara besar seperti Rumawi dan Parsia. Tidak mampu selamat dan menjauhkan diri dari fitnah ini kecuali yang Allah berikan kemampuan untuk memahami nash-nash al-Qur`an dan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah memperingatkan harta dengan benar dan tepat. Hal ini membuatnya mampu melihat sebab-sebabnya dan berusaha menghindarinya.
Harta kekayaan juga lah yang membutakan para umat islam di zaman kemodenan ini, dan di dalam hadis akhir zaman Rasulullah SAW telah bersabda di dalam hadisnya mengenai penyakit 'al-wahn'
يُوْشَكُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ الأمَمُ كَمَا تَدَاعَى الأكَلَة إِلَى قَصْعَتِهَا” فَقَالَ قَائِلٌ: أَوَمِنْ قِلّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ؟ قَالَ: “بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيْرٌ، وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ، وَلَيَنْزَعَنَّ اللّه مِنْ صُدُوْرِ عَدُوِّكُمْ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ، وَلَيُقْذِفَنَّ اللّه فِي قُلُوْبِكُمُ الْوَهْنَ” فَقَالَ قَائِلٌ: يَارَسُوْلَ اللّه، وَمَا الْوَهْنُ؟ قَالَ: “حُبُّ الدُّنيَا وَكَرَاهِيَّةُ الْمَوْتِ”.
“Dari Tsauban beliau berkata, telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: ”Nyaris sudah para umat-umat (selain Islam) berkumpul (bersekongkol) menghadapi kalian sebagaimana berkumpulnya orang-orang yang makan menghadapi bejana makanannya” lalu bertanya seseorang:’apakah kami pada saat itu sedikit?” Beliau menjawab: ”Tidak, bahkan kalian pada saat itu banyak, akan tetapi kalian itu buih seperti buih banjir, dan Allah akan menghilangkan dari diri musuh-musuh kalian rasa takut terhadap kalian dan menimpakan kedalam hati-hati kalian wahn (kelemahan),”, lalu bertanya lagi:’wahai Rasulullah apa wahn (kelemahan) itu?”, kata beliau:”Cinta dunia dan takut mati.”
(Shahih lighairihi (shohih lantaran ada yang lain yang menguatkannya (pen)) dikeluarkan oleh Abu Daud (4297) dari jalan periwayatan ibnu Jabir, ia berkata telah menceritakan kepadaku Abu Abdussalam darinya (Tsauban) secara marfu’)
Sebagaimana yang dikatakan Kaab bin Maalik radhiallahu ‘anhu,
قَالَ: فَبَيْنَا أَنَا أَمْشِي بِسُوْقِ المْدِيْنَةِ، إِذْا نَبَطِيٌ (5) مِنْ أِنْبَاطِ أَهْلِ الشَّامِ، مِمَنْ قَدِمَ بِالطَّعَامِ يَبِيْعَهُ بِالْمَدِيْنَةِ، يَقُوْلُ: مَنْ يَدُلُّ عَلَى كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ، فَطَفِقَ النَّاسُ يُشِيْرُوْنَ لَهُ، حَتَى إِذَا جَاءَنِي دَفَعَ إِلَيَّ كِتَابَا مِنْ مَلِكِ غَسَانَ، فَإِذَا فِيْهِ: أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّهُ قَدْ بَلَغَنِي أَنّ َصَاحِبَكَ قَدْ جَفَاكَ، وَلَمْ يَجْعَلْكَ الله بِدَارِ هَوَانٍ وَلا مُضِيْعَةٍ، فَالْحَقْ بِنَا نُوَاسِكَ
“Ketika aku berjalan-jalan di pasar Madinah, seketika itu ada seorang petani dari petani-petani penduduk Syam yang datang membawa makanan untuk dijual di pasar Madinah berkata:” siapa yang dapat menunjukkan Kaab bin Malik?”lalu orang-orang langsung menunjukannya sampai dia menemuiku dan menyerahkan kepadaku surat dari raja Ghossaan, dan aku seorang yang dapat menulis, lalu aku membacanya, dan isinya: amma ba’du, sesungguhnya telah sampai kepadaku berita bahwa pemimpinmu telah berpaling meninggalkanmu dan sesungguhnya Allah tidaklah menjadikan bagimu tempat yang hina dan kesia-siaan, maka bergabunglah kepada kami, kami akan menyenangkanmu.”
إِذَا فُتِحَتْ عَلَيْكُمْ فَارِسُ وَالرُّومُ أَيُّ قَوْمٍ أَنْتُمْ قَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ نَقُولُ كَمَا أَمَرَنَا اللَّهُ قَالَ أَوْ غَيْرَ ذَلِكَ تَتَنَافَسُونَ ثُمَّ تَتَحَاسَدُونَ ثُمَّ تَتَدَابَرُونَ ثُمَّ تَتَبَاغَضُونَ أَوْ نَحْوَ ذَلِكَ ثُمَّ تَنْطَلِقُونَ فِي مَسَاكِينِ الْمُهَاجِرِينَ فَتَجْعَلُونَ بَعْضَهُمْ عَلَى رِقَابِ بَعْضٍ
“Jika telah ditaklukan untuk kalian negara parsi dan rumawi, kaum apakah kalian? Berkata Abdurrahman bin Auf:” kami melakukan apa yang Allah perintahkan (6), beliau berkata:” tidak seperti itu, kalian akan berlomba-lomba kemudian saling berhasad, kemudian saling membenci lalu saling bermusuhan, kemudian kalian berangkat ke tempat-tempat tinggal kaum muhajirin dan kalian menjadikan sebagian mereka membunuh sebagian yang lain.” HR. Muslim (2962).
Jadi ini lah hadis-hadis dan ayat Allah menunjukkan yang harta kekayaan itu adalah fitnah kepada umat islam, bukan bermakna jadi kaya salah, bukan begitu maksudnya. Maksudnya adalah 'bersederhanalah" mengejar harta, antara keperluan dan fitnah?.. ya, sudah semestinya harta itu keperluan manusia untuk hidup.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
GENGGAMLAH JIWAMU DENGAN SE-ERAT-ERATNYA UNTUK CINTAKAN AKHIRAT DAN JADIKAN AKHIRAT TUJUAN UTAMA
Setelah sampai ke bahagian akhir ini, penulis ingin sangat bahawa kita semua yang sedang membaca artikel ini janganlah menyalahkan antara satu sama lain jika kita sedang menghadapi kesukaran hidup, lebih-lebih lagi ketika harta berkurangan.. Bukan telah Allah ingatkan kita akan satu ayat ini? bahawa ketenangan itu adalah daripada zikrullah dan di dalam surah al-thalaq ayat 2-3 menceritakan jika seorang itu bertakwa(kembali kepada Allah sebenar2) pasti akan diberi pertolongan yang tidak disangka-sangkakan.
اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (Ar-ra'ad:28)
تِلْكَ الدَّارُ الْآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ
"Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerosakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa." (al-Qasas : 28)
Usahlah saudara-saudaraku sekalian risau dan berasa gundah dengan apa yang terjadi pada diri kita apabila satu masa mengalami kesempitan hidup, INGAT! buat saudaraku di luar termasuklah saya genggam di dalam jiwa bahawa janji Allah itu adalah sangat benar dan akhiratlah tujuan utama!! Kejarlah akhirat! benci harta dunia.
إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ
"Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa paras kalian dan juga harta kalian, akan tetapi Dia melihat kepada hati dan amalan kalian" [HR Muslim no. 4651]
وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sesungguhnya negeri akhirat itu adalah lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” (Al-An’am : 32)
Apa lagi?.. adakah harta kekayaan yang dikejarkan itu mulia disisi Allah dan menjaminkan kebaikan buatmu selama-lamanya? Apakah begitu senang untuk orang yang mengaku dirinya beriman sedangkan hakikatnya?? Nabi terdahulu dan orang-orang soleh terdahulu lebih patut untuk dicontoh! kenapa berkata "ya Allah! kau zalimi aku! adakah aku salah?" apakah ini?.. Ingatkah kita kisah tentang Nabi Musa alaisalam? bagaimana dugaan hidupnya? (sila rujuk surah al-Qasas) dan kisah Ummu salamah ketika suaminya mati? sebelum menjadi isteri Nabi bagaimnakah hidupnya?!!.. (sila rujuk video ini http://www.youtube.com/watch?v=dtMMvn3bS4U)
Saudara-saudaraku... berbalik lah kepada diri dan bertaqwa lah sepenuh-penuh taqwa.. Allah sudah menjamin kita di banyak ayat adakah kita semua lupa?
أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّى يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللَّهِ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (al-baqarah: 214)
akhir sekali kita semua doa lah sungguh-sungguh dan minta dijauhi hati kita daripada 'cinta dunia'
اَللّهُمَّ لاَ تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِي دِيْنِنَا وَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا
“Ya Allah, janganlah engkau jadikan musibah dalam urusan agama kami, dan jangan pula engkau jadikan dunia ini adalah tujuan terbesar dan puncak dari ilmu kami.”
Hadis tentang dunia dan akhirat
مَنْ كاَنَتْ الآخِرَةُ هَمَّهُ جَعَلَ اللهُ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ وَجَمَعَ لَهُ شَمْلَهُ وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةُ وَمَنْ كاَنَتْ الدُّنْيَا هَمَّهُ جَعَلَ اللهُ فَقْرَهُ بَيْنَعَيْنَيْهِ وَفَرَّقَ عَلَيْهِ شَمْلَهُ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنْ الدُّنْيَا إِلاَّ مَا قُدِّرَلَهُ
'Sesiapa yang akhirat itu tujuan utamanya, maka Allah jadikan kekayaan dalam jiwanya, Allah mudahkan urusannya dan dunia akan datang kepadanya dengan hina (sebenarnya ia dalam keadaan mulia). Sesiapa yang jadikan dunia itu tujuan utamanya, maka Allah meletakkan kefakirannya antara dua matanya, Allah cerai beraikan urusannya, dan dunia pula tidak datang kepadanya melainkan dengan apa yang ditakdirkan untuknya (iaitu ia dalam keadaan hina)' riwayat al-imam At-Tirmidzi dinilai hassan oleh syaikh al-albani
video rujukan boleh ke sini: Mencari sakinah http://www.youtube.com/results?search_query=mencari+sakinah&aq=f
wallahu'alam

No comments:
Post a Comment