Powered By Blogger

Saturday, November 6, 2010

Keluarga: wanita! suami!

Assalamualaikum,

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره, ونعوذ باالله من شرور انفسنا, ومن سيئات اعمالنا, من يهده الله فلا مضل له, ومن يضلل فلا هادي له. ونشهد أن لا إله الا الله وحده لاشريك له  ونشهد أن محمدا عبده ورسوله

ISLAM DIPANDANG REMEH DAN PENGAMALAN YANG KURANG 

Dukacitanya keadaan di dalam sesuatu institusi kekeluargaan sekarang semakin pudar ciri-ciri keislamannya, cukup sekadar keluarga itu mengerjakan solat, puasa wajib dan bertandang di majlis 'yasinan' yang sudah dirasakan memadai untuk satu keluarga itu berbuat hal yang lain-lain.  Apabila ditanya kepada salah seorang ahli keluarga tersebut "kenapa pakai baju ketat dan menampakkan rambut?"  jawabnya: "kami tak perlu itu semua, kami solat dan puasa.. kenapa? kami masuk neraka ke?" susahnya untuk memahamkan muslimin, adakalanya bangsa china yang beragama buddha lebih memahami syariat islam berbanding ahli 'islam' itu sendiri, amat sedih juga apabila kita yang bertanya soal hukum hakam wajib di persoalkan pula kita ini siapa dan adakah kita ini penjaga pintu syurga?. Itulah apabila islam dipandang dari segi ibadah manusia dengan Tuhan serta berbuat ibadah ritual yang kononnya sudah memadai untuk mencukupkan pengamalan diri dalam beragama dengan agama wahyu yakni islam, kemananya intikandungan al-quran dan sunnah? kemana perginya kehidupan islam yang syumul? kemana pergi perkataan "islam itu sesuai sepanjang zaman dan meliputi keseluruhan hidup" ?.

wahai Ibu bapa, anak muda, wanita, pemimpin islam dan muslimin sekalian islam itu bukan agama ibadah berbentuk perbuatan sepertimana kristian, buddha, hindu dan lain-lain! islam itu menyeliputi keseluruhan hidup, Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah kepada Umatnya untuk dicontohi, kerana kehidupan yang bahagia disusun dengan tatacara pengamalan sunnah islam dan syariat Allah azza wa jalla. Maka adalah wajib untuk kita menuntut segala syariat yang sudah ditetapkan..  seperti mana firman Allah

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (al-baqarah ayat 208)

juga firmanNya

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ وَمَنْ يَتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ مَا زَكَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ أَبَدًا وَلَكِنَّ اللَّهَ يُزَكِّي مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (An-Nur ayat 21)


MAHKOTA WANITA ADALAH JILBAB


يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ ِلأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِيْنَ يُدْنِيْنَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلاَبِيْبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلاَ يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللهُ غَفُوْرًا رَحِيْمًا

"Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min:"Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"  al-ahzab ayat 59

  • Perkataan Al Imam Abu Ja’far Muhammad Ibnu Jarir Ath Thabriy, beliau rahimahullah  berkata dalam tafsir ayat ini : Allah U mengatakan kepada Nabi-Nya Muhammad r : Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min:"janganlah kalian/wanita menyerupai budak dalam hal pakaiannya, jika mereka keluar rumah untuk keperluannya, mereka membuka rambut dan mukanya, tapi hendaklah mereka mengulurkan jilbab (jubah)nya keseluruh tubuh mereka agar tidak diganggu orang jahat jika dia tahu bahwa mereka itu wanita merdeka dengan gangguan perkataan “ kemudian ahli tafsir berbeda pendapat tentang cara mengulurkan yang diperintahkan Allah kepada mereka , sebagian mengatakan:
 1. Para wanita menutup muka dan kepalanya dan tidak menampakkan kecuali satu mata saja. Beliau menyebutkan orang yang mengatakannya : Telah memberitahukan kepada saya Ali, dia berkata Abu Shalih[1] telah meberitahukan kepada kami, dia berkata Muawiyyah telah memberitahukan kepada saya dari Ali dari Ibnu Abbas t,firman-Nya,”Allah memerintahkan wanita wanita mukminat bila keluar dari rumah untuk suatu kebutuhan agar menutup wajah mereka dengan jilbab yang diulurkan dari atas kepalanya dan hanya menampakan satu mata mereka saja

2. Ya’qub telah memberi tahu saya, dia berkata Ibnu ‘Ulayyah telah memberi kabar kami dari Ibnu Aun dari Muhammad dari Ubaidah dalam firman-Nya,” 

    Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min:"Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka" maka Ibnu Aun mengenakannya di depan kami, dia berkata : Dan Muhammad mengenakannya di depan kami, Muhammad berkata : Ubaidah mengenakannya di depan kami, Ibnu berkata : Dengan kain rida’nya, terus beliau menutupi kepalanya dengan kain itu, terus menutupi hidungnya dan mata yang kiri dan mengeluarkan mata kanannya, dan mengulurkan rida’nya dari atas sampai menjadikannya dekat dengan alisnya atau pada alisnya.

tafsir yang cukup jelas, malah sahabat Nabi di kalangan pentafsir sudah menerangkan tentang ayat di atas. Tidak boleh dijadikan alasan lain. Kita semua berbalik kepada islam dan suruhanNya, maka dengar, taat dan taqwa kepada Allah azza wa jalla. Sesungguhnya tidak rugi untuk kita mengikutinya.

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ ءَابَائِهِنَّ أَوْ ءَابَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ


Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (An-Nur ayat 31)

وَإِنْ كُنْتُنَّ تُرِدْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالدَّارَ الآخِرَةَ فَإِنَّ اللَّهَ أَعَدَّ لِلْمُحْسِنَاتِ مِنْكُنَّ أَجْرًا عَظِيمًا

Dan jika kamu sekalian menghendaki (keridaan) Allah dan Rasul-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik di antaramu pahala yang besar. (al-ahzab: 29)


Wahai wanita muslim, hendaklah kamu menjaga dirmu daripada fitnah dan malapetaka yang lebih besar!

Terkadang terasa pelik dengan omongan sesetengah pihak hawa yang mengeluh dengan sikap suaminya melarang untuk kerja, bila ditanya kerja apa? maka ia jawab "Customer service" dan bertanya si hawa itu lagi "kenapa para suami perlu cemburu? dan melarang wanita bekerja?!"

Wahai wanita, bukan islam melarang untuk kerja tetapi kita mesti melihat faktor pekerjaannya apa dan adakah ia menjamin keselamatan dan kesesuaian diri seseorang wanita tersebut, sudah semestinya kerja sebagai customer service adalah menyanggahi dengn prinsip islam dalam pergaulan. Sepertimana firmanNya

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الأولَى وَأَقِمْنَ الصَّلاةَ وآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ

dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya (al-ahzab ayat 33)

Hal ini jelas di sebutkan oleh Allah SWT : وَلا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلا
“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Isra : 32)

Maka di dalam kes ini, perlu lah kita mengambil pengjaran daripada ayat ini dan gunakan alternatif selain dari kerja yang agak lari daripada prinsip pergaulan dalam islam.


APABILA LELAKI MENJADI DAYUS LALU TIDAK PERNAH MENGENAL ERTI MALU

Terkejut sekali sering kedengaran si suami mahupun ketua keluarga tidak memperdulikan hal yang dibuat oleh ahli perempuannya, maka dengan sendirinya terdidik lah dengan sendirinya ahli perempuannya tidak mengenal erti malu dan tiru gaya hidup jahiliyyah!

Allah taala dan Nabi berkeras dalam soal ini

Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam bersabda:

ثَلَاثَةٌ قَدْ حَرَّمَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عَلَيْهِمْ الْجَنَّةَ مُدْمِنُ الْخَمْرِ وَالْعَاقُّ وَالدَّيُّوثُ الَّذِي يُقِرُّ فِي أَهْلِهِ الْخُبْثَ

"Tiga golongan yang Allah mengharamkan surga atas mereka, peminum khamar, anak yang durhaka kepada orang tua, dan Dayyuts, yaitu seorang yang merelakan keluarganya berbuat kekejian." [HR Ahmad no. 5839, disahihkan oleh Syeikh al-Albani]

Dari Ammar bin Yasir berkata, ia mendengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam bersabda :

ثلاثة لا يدخلون الجنة أبدا الديوث والرجلة من النساء ومدمن الخمر قالوا يا رسول الله أما مدمن الخمر فقد عرفناه فما الديوث قال الذي لا يبالي من دخل على أهله

"Tiga golongan yang tidak memasuki syurga sampai bila-bila iaitu ad-dayyuts, wanita yang menyerupai lelaki dan orang yang ketagih arak", lalu sahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, kami mengerti maksud ketagihan arak, tetapi apakah itu Dayuts? berkata baginda: "iaitu orang yang tidak memperdulikan siapa yang bertemu dengan ahlinya (isteri dan anak-anaknya)" [HR at-Tabrani, ditakhrij oleh Syeikh al-Albani dengan derajat "Sahih Lighoirihi"]

Pernah juga diriwayatkan dalam hadith lain, soalan yang sama dari sahabat tentang siapakah dayus, lalu jawab Nabi:-
قالوا يا رسول الله وما الديوث قال من يقر السوء في أهله

Ertinya : Apakah dayus itu wahai Rasulullah ?. Jawab Nabi : Iaitu seseorang ( lelaki) yang membiarkan kejahatan ( zina, buka aurat, bergaul bebas ) dilakukan oleh ahlinya ( isteri dan keluarganya) 

Jika kita melihat tafsiran oleh para ulama berkenaan istilah Dayus, ia adalah seperti berikut :-

هو الذي لا يغار على أهله

Ertinya : "seseorang yang tidak ada perasaan cemburu (kerana iman) terhadap ahlinya (isteri dan anak-anaknya) (An-Nihayah,2/147 ; Lisan al-Arab, 2/150)

Imam Al-‘Aini pula berkata : "Cemburu lawannya dayus" ( Umdatul Qari, 18/228 )

Berkata pula An-Nuhas :

قال النحاس هو أن يحمي الرجل زوجته وغيرها من قرابته ويمنع أن يدخل عليهن أو يراهن غير ذي محرم

Ertinya : cemburu ( iaitu lawan kepada dayus ) adalah seorang lelaki itu melindungi isterinya dan kaum kerabatnya dari ditemui dan dilihat (auratnya) oleh lelaki bukan mahram " (Tuhfatul Ahwazi, 9/357)

Disebut dalam kitab Faidhul Qadir :

فكأن الديوث ذلل حتى رأى المنكر بأهله فلا يغيره

Ertinya : Seolah-olah takrif dayus itu membawa erti kehinaan (kepada si lelaki) sehingga apabila ia melihat kemungkaran (dilakukan) oleh isteri dan ahli keluarganya ia tidak mengubahnya"  ( Faidhul Qadir, 3/327 )

Imam Az-Zahabi pula berkata :-

فمن كان يظن بأهله الفاحشة ويتغافل لمحبته فيها فهو دون من يعرس عليها ولا خير فيمن لا غيرة فيه

Ertinya : Dayus adalah sesiapa yang menyangka ( atau mendapat tanda) bahawa isterinya melakukan perkara keji ( seperti zina) maka ia mengabaikannya kerana CINTAnya kepada isterinya , maka tiada kebaikan untuknya dan tanda tiada kecemburuan ( yang diperlukan oleh Islam) dalam dirinya" ( Al-Kabair, 1/62 )

Imam Ibn Qayyim pula berkata :-

قال ابن القيم وذكر الديوث في هذا وما قبله يدل على أن أصل الدين الغيرة من لا غيرة له لا دين له فالغيرة تحمي القلب فتحمى له الجوارح فترفع السوء والفواحش وعدمها يميت القلب فتموت الجوارح فلا يبقى عندها دفع البتة

Ertinya : Sesungguhnya asal dalam agama adalah perlunya rasa ambil berat (protective) atau kecemburuan ( terhadap ahli keluarga) , dan barangsiapa yang tiada perasaan ini maka itulah tanda tiada agama dalam dirinya, kerana perasaan cemburu ini menjaga hati dan menjaga anggota sehingga terjauh dari kejahatan dan perkara keji, tanpanya hati akan mati maka matilah juga sensitiviti anggota ( terhadap perkara haram), sehingga menyebabkan tiadanya kekuatan untuk menolak kejahatan dan menghindarkannya sama sekali.

maka demikian, perlu lah kita sebagai seorang muslimin untuk mengambil berat dalam isu ini..  Isu ini di sekitar malaysia tidak mendapat sambutan hangat, jika isu "couple" dapat pula sambutan yang tinggi :)  menjerit-jerit dengan laungan "NO COUPLE"! tetapi sekadar mana tahap pencegahannya? masih sama! 

Sayangilah dirimu dan keluargamu. Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.

Akhirnya, wahai para suami dan ayah, pertahankan agama isteri dan keluargamu walau terpaksa bermatian kerananya. Nabi SAW bersabda :

من قتل دون أهله فهو شهيد

Ertinya : "Barangsiapa yang mati dibunuh kerana mempertahankan ahli keluarganya, maka ia adalah mati syahid" ( Riwayat Ahmad , Sohih menurut Syeikh Syuaib Arnout)

perwatakan seseorang itu dinilai dari segi akhlak dan perbuatannya, jika tidak malu buatlah apa yang engkau suka

Rasulullah SAW pernah bersabda : "Sesungguhnya diantara ajaran yang didapati oleh manusia daripada kalam (perkataan) nubuwwah yang pertama ialah "Apabila kamu tidak malu maka buatlah apa yang kamu suka." (hadis riwayat Bukhari no. 5769)

wallahualam.

No comments:

Post a Comment